Jakarta (KABARIN) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa sepanjang 53,81 kilometer jalan di wilayah tersebut tercatat mengalami kerusakan sejak 2024. Kondisi ini dinilai perlu segera ditangani demi keselamatan pengguna jalan.
“Berdasarkan kondisi jalan pada 2024, total 53,81 km mengalami kerusakan,” kata Kepala BPS Jakarta Selatan (Jaksel) Akhmad Fikri saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Akhmad menjelaskan, dari total panjang jalan di Jakarta Selatan yang mencapai 1.999,82 kilometer, sebagian besar masih berada dalam kondisi layak. Sebanyak 1.531,99 km tercatat dalam kondisi baik, sementara 414,02 km berada dalam kondisi sedang. Ia memastikan tidak ada ruas jalan yang masuk kategori rusak berat.
“Panjang jalan di Jakarta Selatan pada 2024 tercatat mencapai 1.999,82 km, seluruhnya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi,” katanya.
Dari sisi jenis permukaan, hampir seluruh ruas jalan di Jakarta Selatan sudah berlapis aspal. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Meski begitu, keberadaan puluhan kilometer jalan rusak tetap menjadi catatan penting.
BPS menyebut data panjang dan kondisi jalan ini menjadi indikator penting untuk mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di Jakarta Selatan. Menariknya, kondisi jalan pada 2024 tercatat sama dengan tahun 2023, sehingga tidak ada perubahan signifikan, baik peningkatan maupun penurunan kualitas.
Di lapangan, salah satu contoh jalan berlubang bisa ditemukan di Jalan Wolter Monginsidi. Akibat kerusakan tersebut, kendaraan yang melintas harus melambat demi menjaga keselamatan pengendara. Di beberapa titik, lubang jalan ditutup dengan pasir, sementara permukaan jalan juga terlihat tidak rata.
Kondisi ini bikin perjalanan kurang nyaman dan berisiko bagi pengendara. Ke depan, perbaikan jalan di titik-titik rusak jadi penting agar mobilitas warga tetap aman dan lancar.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026